BUKAN SEMBARANG SAJAK
Hallooooooo..Assalamualaikumm…
Lama tak muncul akhirnya sekarang hadir kembali di sini yaaaa..
Setelah kemarin semua postinganku berbau “Merantau”, sekarang kita ganti tema yaaaaaak. Huehehe
Ohya sebelumnya aku ingin mengucapkan terimakasih banyak untuk semua pihak yang telah mendukung dalam website ini, karena alhamdulillah setelah melewati penilaian, website ini berhasil meraih Juara 3 tingkat Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada 2016. Horeeee
Baiklah tidak usah panjang lebar, hehe kali ini aku ingin menyajikan sebuah Puisi yang merupakan satu di antara karyaku. Puisi ini kubuat dalam rangka mengikuti Festival Lomba dan Seni Siswa Nasional (FLS2N) 2015 dan alhamdulillah berhasil meraih Juara Kedua di tingkat Provinsi Kalimantan Barat.
Langsung aja yaaa cekidooootttt..
“BUKAN SEMBARANG SAJAK”
Ini sajak bukan sembarang sajak
Ini sajak dari kami yang haknya terinjak
Tak mampu bertindak, hanya bisa berteriak
Melihat duka di wajah Ibunda yang tak kian enyah beranjak
Terkubur dalam nestapa laksana tinggal tengkorak
Sajak ini bukan sembarang sajak
Ini pesan dari kami untuk segera bertindak
Mengusir mendung yang tengah berarak
Membawa kemurkaan hingga dekat, tanpa jarak
Degradasi moral semakin marak
Separatisme yang semakin galak
Akan terlaksana dan nyata berdampak
Apabila kita tak segera bertindak
Kapan kita bisa terbahak?
Melihat rakyat girang bersorak
Juga Pancasila yang kokoh menopang tegak
Sekokoh sayap sang Garuda, tatkala ia mengepak
Ini sajak bukan sembarang sajak
Ini panggilan kami untuk mengajak
Hapuskan duka di wajah Ibunda hingga enyah beranjak
Usir mendung hingga ia tak mampu berarak
Revolusi mental senantiasa tegak
Percayalah, kita ini tonggak!
Tempat bagi Indonesia untuk menapak
03.00 dini hari.
Di bawah redup lampu kamar
Hotel Borneo Pontianak
BAGIAN 3 : PPSMB PALAPA YANG TAK KAN KULUPA
“Hari ini kuawali hari..bertemu dengan dengan kawan baruku..
Bangga jadi Gadjah Mada Muda, sebagai calon pemimpin bangsa”
Begitulah sepenggal lirik dari lagu yang menjadi Anthem PPSMB Palapa Universitas Gadjah Mada. Dentuman musik yang harmonis ditambah vokal yang enerjik mampu membakar semangat para “Gamada” untuk mengikuti serangkaian kegiatan di PPSMB Palapa. Konon, lagu ini diciptakan oleh kak Afriza Animawan Arifin, Psikologi 2013. SALUT!
Beralih dari kisahku tentang kehidupan seminggu pertama di Asrama, satu di antara hal yang tak akan mungkin dilupakan oleh seluruh Mahasiswa Universitas Gadjah Mada adalah masa penyambutan mereka sebagai mahasiswa baru, ya PPSMB Palapa. Begitu pula denganku, sehingga masih erat diingatanku bagaimana hari-hari di minggu pertamaku di Universitas Gadjah Mada kulalui lewat PPSMB Palapa.
PPSMB Palapa adalah kegiatan resmi dari Universitas Gadjah Mada dalam rangka orientasi dan pengenalan kampus bagi mahasiswa baru (Website PPSMB : ppsmb.ugm.ac.id). Kegiatan ini dirangkum dalam seminggu dengan tiga kegiatan utama, yaitu di tingkat Universitas, tingkat Fakultas, dan materi Softskill.
Baiklah…kalau aku boleh kilas balik, sebenarnya PPSMB Palapa sudah dimulai sejak pengumuman resmi hasil registrasi oleh Universitas Gadjah Mada. Saat itu, kami mahasiswa baru diberikan tugas untuk mengikuti kegiatan ini. Perlu digaris bawahi bahwa tugas yang diberikan jauh dari perpeloncoan. Ini yang membuatku salut dengan kampus kebanggaanku ini. Kami benar-benar dididik untuk lebih mengenal kampus melalui tugas PPSMB itu dan sekarang hasilnya benar pula kurasakan.
Tugas telah selesai H-2 sebelum keberangkatanku ke Yogyakarta. Hanya beberapa tugas yang sengaja kukosongkan karena hanya bisa dikerjakan setelah mengikuti kegiatan. Ohya aku ingat sekali waktu itu aku sedang mendapat tugas tambahan di sekolahku untuk mengajar debat dan karya ilmiah sehingga seringkali aku mengerjakan tugas sembari melatih adik kelasku. Sekalian ajang promosi, pikirku. Tak selamanya orientasi kampus identik dengan kekerasan.
Singkat cerita PPSMB sudah hampir dimulai. Kami telah dibagi ke beberapa gugus untuk kegiatan di Universitas dan beberapa kelompok di kegiatan Fakultas. Untuk kegiatan Universitas, kebetulan sekali aku masuk ke gugus Soedomo, satu di antara gugus yang ada di Kluster Medika, tepatnya di Fakultas Kedokteran Gigi.
Hari Pertama.
Hari ini aku bangun pagi kemudian berkemas-kemas untuk siap berangkat pergi ke lapangan Grha Sabha Permana (GSP) Universitas Gadjah Mada). Wajah penuh antusias terpancar dariku dan teman-teman asramaku. Di hari pertama ini, aku diantar oleh Satpam Asrama, berhubung kebutaanku terhadap jalan menuju kampus.
Sampailah aku di lapangan GSP, kami dibariskan sesuai dengan gugus masing-masing lalu mengikuti acara pembukaan. Di acara pembukaan ini, begitu banyak kejutan luar biasa yang kami terima dan seolah membuat kami benar-benar merasa ‘disambut’ oleh kampus perjuangan ini. Mulai dari pidato sambutan Rektor, penampilan UKM, orasi oleh Gubernur Jawa Tengah, dan yang paling luar biasa adalah aksi terjun payung yang dilakukan oleh Kopassus RI yang konon katanya menyebabkan seluruh aktivitas udara di Yogyakarta dihentikan sementara untuk acara ini, WAW!
Setelah pembukaan selesai, kami dibawa ke lokasi gugus masing-masing untuk melanjutkan sesi materi PPSMB Palapa ini. Di sanalah akhirnya aku bertemu dengan berbagai mahasiswa baru dari berbagai jurusan dan fakultas juga berbagai daerah di kampusku ini. Hmm, Bhinneka Tunggal Ika. Tak heran bila UGM sering disebut sebagai Miniatur Indonesia, semuanya ada di sini.

Hari Kedua.
Hari ini kegiatan dilaksanakan full di gugus masing-masing. Tugas-tugas yang kami kerjakan, benar-benar tidak sia-sia. Untuk menguji keseriusan kami dalam mengerjakan tugas, kami diberikan berbagai sesi kuis, yang tentunya mampu pula menyegarkan pikiran dan melatih kerjasama dalam kelompok.
Beruntunglah kami mendapat kakak pembimbing gugus yang begitu luar biasa (Hallo mbak Indez dan Mas Untara….). Mereka dengan sabar mendampingi kami, memberikan kami materi dan bahkan sering menasihati kami bagaimana menjadi seorang Gamada yang siap menjadi sukses. Terimakasih kakakkkk…

Hari Ketiga
Nah…kalau hari ini PPSMB Palapa sudah memasuki kegiatan di tingkat Fakultas, artinya kami melaksanakan kegiatan orientasi berlokasi di Fakultas masing-masing. Untuk di fakultasku sendiri, Fakultas Hukum, kami dibagi menjadi beberapa kelompok. Kebetulan aku mendapat bagian di Kelompok 4, dan akhirnya aku diberi amanah untuk menjadi Ketua Kelompok.
Kegiatan Fakultas tak kalah seru dengan kegiatan-kegiatan sebelumnya. Kami diberi kesempatan untuk mengenal lebih jauh Fakultas Hukum melalui materi yang disampaikan oleh dosen kami serta melalui berbagai kegiatan seperti tour building hingga kuis yang diberikan kakak pemandu. Juga melalui kegiatan seminar yang mendatangkan mahasiswa-mahasiswa berprestasi Fakultas Hukum, MOTIVASI!
Beruntungnya lagi, kami mendapat kakak pemandu yang benar-benar luar biasa ( Hallo mbak Nisa dan Bang Ivannn). Kami benar-benar dibimbing dan dikenalkan dengan fakultas, bahkan tak segan mereka membantu kami mengisi Kartu Rencana Studi (KRS).

Kelompok 4 PPSMB Integritas Fakultas Hukum UGM
Hari Keempat.
Hari ini akan berjalan sangat seru. Karena akan dipenuhi dengan permainan dan tour serta materi melalui talkshow yang diadakan oleh Fakultas. Permainan yang diberikan bukan sekadar menguji pengetahuan, tetapi juga melatih kesabaran dan kekompakan sebagai sebuah kelompok. Pengenalan fakultas terasa lebih ringan diterima melalui permainan ini.
Kegiatan dilanjutkan dengan talkshow yang mendatangkan hakim perempuan ternama di Indonesia yang memutus kasus Gayus Tambunan, yaitu Hakim Albertina Ho yang juga merupakan alumni Fakultas Hukum UGM serta mendatangkan pula akitivis HAM.
Di samping itu, kegiatan di hari keempat juga dilalui dengan pameran Lembaga Otonom dan Semi Otonom di lingkungan Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada. KEREN!

Hari Kelima.
Sebagai calon pemimpin bangsa di masa depan, yang paling penting adalah bagaimana kita mampu untuk mengelola dan memiliki kemampuan dalam berbagai hal. Indikator kemampuan inilah yang coba untuk digali oleh Universitas Gadjah Mada kepada para mahasiswa barunya. Kegiatan ini dikemas dalam kegiatan “Softskill” yang dilaksanakan di hari kelima dan keenam kegiatan PPSMB 2016.
Dalam kegiatan softskill ini, dibimbing oleh fasilitator, Mbak Soim lulusan Fakultas Filsafat UGM, kami diajarkan berbagai hal terkait dengan kemampuan keseimbangan antara intelektual dan spiritual. Berbagai materi dan kuis diadakan untuk mengasah kemampuan kami sebagai individu dan kelompok. Tak hanya terbatas pada kemampuan pemecahan masalah, kami juga dibekali dengan kemampuan berwirausaha dan menganalisis prospek usaha. Luar biasa bagiku. Kami benar-benar disiapkan untuk menjadi insan yang paket komplit, hehehe. MANTAP!
Hari Keenam.
Wahhh tak terasa PPSMB sudah memasuki hari terakhir. Ini adalah hari yang sangat ditunggu-tunggu oleh kami para mahasiswa baru sekaligus pula hari yang rasanya tak ingin kami cepat-cepat lalui. Hiks.
Konon katanya hari ini kami akan mencetak sejarah baru bagi Universitas Gadjah Mada, bagi Indonesia. Yeee!. Setelah diisi materi Softskill setengah hari, dengan berbekal ‘senjata’ yang sudah kami persiapkan jauh-jauh hari, kami berjalan bersama menuju Lapangan Grha Sabha Pramana untuk melaksanakan Upacara Penutupan.
Jengg jengg!! Singkat cerita sampailah kami di lapangan dan kami mulai dibariskan…dengan aba-aba dari MC yang saat itu menjadi trending topic wkwk kami mulai melakukan ‘sesuatu’. Dan LUAAAAAR BIASAAAAA! Inilah yang terbentuk, tak bisa kuungkapkan dengan kata-kata, KEREN!

Sebelum masuk Lapangan untuk Penutupan!
Kami membentuk lambang……….

Suatu kebanggaan bagi kami untuk bisa terlibat dalam kegiatan ini. “Locally rooted, Globally respected”.
Kami yakin bahwa melalui PPSMB ini kami benar-benar dipersiapkan sebagai calon pemimpin bangsa, calon pemimpin dunia yang SIAP!

Oh PPSMB PALAPA,
KAU BENAR-BENAR TAK KAN TERLUPA,
KAN KU INGAT SEPANJANG MASA,
BAHKAN KETIKA AKU MENCOBA UNTUK LUPA,
KAU TETAP MENJADI BAGIAN DALAM CERITA,
INDAHNYA MASA-MASAKU MENJADI GADJAH MADA MUDA.
LUAR BIASA!

BAGIAN 2 : Asrama (KARANGGAYAM), Mengapa Kau Berbeda?
Assalamualaikum…Hallo semuaaa..bertemu lagi bersama saya..
Kemarin, di Bagian 1 kisah hari-hari pertamaku di Universitas Gadjah Mada, Semua Tentang Merantau sudah kuceritakan yaaaa. Nah, di bagian tersebut, aku pernah berkisah tentang pilihanku untuk tinggal di Asrama, kan? Karena aku sudah berjanji untuk menceritakan kisah Asramaku yang “tidak biasa-biasa saja”, sekarang waktunya janji itu ditepati, ya!

Asrama Dharmaputera Karanggayam
Source : Google
Jika kita mendengar atau menyebutkan kata “asrama” pasti yang langsung terlintas dipikiran kita adalah “Jam Malam”, atau “Kamar Mandi Antre”, bahkan “teman-teman pendiam”, dan masih banyak lagi. Tetapi percayakah teman-teman bahwa hal-hal lucu yang sering terlintas itu benar-benar tidak kurasakan ketika aku menginjakkan kakiku di Asrama yang hingga kini aku tempati. Sambutlah dengan meriah……”UGM Residence Dharmaputera Karanggayam”.
Yap, ini adalah satu di antara asrama milik Universitas Gadjah Mada yang disediakan untuk mahasiswa baru yang berasal dari luar Yogyakarta untuk bertempat tinggal di setahun pertama. Perlu teman-teman ketahui bahwa UGM sendiri saat ini menyediakan 5 asrama mahasiswa , 2 untuk putra, yaitu Dharmaputera Karanggayam dan Dharmaputera Baciro, serta 3 asrama khusus putri, yaitu Ratnaningsih Bulaksumur, Ratnaningsih Kinanti, dan Ratnaningsih Sagan. Aku akhirnya menjatuhkan pilihanku ke asrama Karanggayam selain karena tersedia untuk pria (wkwk) tapi juga karena lokasinya yang cukup dekat dengan kampusku, Fakultas Hukum, yang menurut Google Maps sekitar 2,5 Km. Kalau boleh curhat, berhubung semester ini masih kujalani dengan kaki (baca : jalan kaki) maka Asrama Karanggayam adalah paling strategis.
Kembali ke “Asrama, Mengapa Kau Berbeda”, aku cukup terheran-heran melihat apa yang kulihat saat ini. Aku sangat ingat waktu itu tiba di asrama pada hari Jumat, 29 Juli 2016. Begitu sampai, aku disambut ramah oleh satpam dan menunjukkan arah kepadaku untuk ke meja resepsionis. Sampai di meja resepsionis yang terjadi juga sama, Mas Fredy resepsionis kami menyambut dengan ramah kedatanganku. “Selamat datang mas, silahkan duduk dulu, ya. Sambil antre, hehe”, ucapnya waktu itu yang kebetulan juga sedang melayani tamu yang mungkin juga calon penghuni asrama. Oke, ini kesan pertama yang luar biasa bagiku.
Singkat cerita selesai sudah proses check in, setelah menandatangani surat pernyataan, aku dipersilahkan naik ke atas untuk menuju kamarku (kamarku di lantai 2). Baru bersiap untuk naik, tiba-tiba turun seorang mahasiswa baru juga, yang kini aku panggil Pai dan dialah yang menemani hari-hariku selama setahun nanti. Yuhuuu, aku dan Pai sudah janjian untuk sekamar karena kami berasal dari jurusan yang sama, HUKUM. Hehehe
Saat itu kondisi asrama, khususnya lantaiku masih sepi. Hanya ada beberapa penghuni yang sepertinya juga baru datang. Mereka masih malu-malu, tampak pendiam, cuek, mungkin akan dingin? Ya sama, aku juga. Hahaha. Tradisi wajib setiap memasuki lingkungan baru adalah perkenalan, ya apalagi kita akan bersama-sama dalam setahun kedepan. Orang pertama yang ku kenal selain Pai adalah Adit yang berasal dari Kebumen dan kini menjadi tetangga depan kamarku. Aku sedikit lupa urutan perkenalanku, yang jelas aku tak akan lupa seluruh penghuni lantaiku karena itu WAJIB hukumnya (sebagai Ketua Lantai yang baik, haha). Mas Yuli dan Imam penghuni 215, Risky dan Ricky penghuni 216, Adit dan Awif di 217, Aku dan Pai di kamar 218, Mas Choi dan Bagas 219, Kresna dan Teko 220, Jojo dan Awe 221, Aji dan Ananta 222, Nafizal dan Adhit 223, serta Adnan dan Nadhil yang menghuni 224 (serius ini hafal tanpa contekan wkwk).
Hari pertama masih terlihat canggung, tapi kepedulian mulai terlihat dari teman-temanku yang saling membangunkan ketika Adzan Subuh, LUAR BIASA!. Dua hari berlalu kini saatnya kita memasuki waktu PPSMB, rangkaian perkenalan mahasiswa baru di Universitas Gadjah Mada. Dari sinilah mulai terlihat, kebersamaan dan kepedulian teman-temanku sesama penghuni asrama. Kami saling bangun membangunkan agar tidak telat, berangkat ke kampus dengan berjalan kaki bersama, atau ada yang menawari tumpangan untuk ke kampus, bahkan kita sudah mulai tak segan berlatih gerakan seleberasi di depan TV untuk acara penutupan PPSMB. Hahahaha.

Makan Bersama di Awal Pindahan

Latihan Selebrasi PPSMB
Karanggayam, Mengapa Kau Berbeda? Sepertinya benar-benar tepat untuk melukiskan pertanyaan dibenakku saat itu. Jam Malam, ya ada. Tapi aku percaya bahwa itu sebagai pelatih kedisiplinan bagi kita, mahasiswa luar daerah yang jauh dari orang tua, untuk senantiasa menjaga diri dari hal-hal tidak baik di luar sana. Kamar Mandi antri? Tidak sama sekali! Hahaha. Walau kami menggunakan kamar mandi bersama, tapi hingga saat ini kami belum pernah mengantri lho…selain karena kesadaran pribadi, kamar mandi kita juga banyak kok! Hehe. Teman-temen pendiam? Percayalah itu hanya Mitos! Kita tak segan saling berbagi kisah setelah seharian di kampus, tak segan pula berbagi keluh kesah bahkan candaan yang sering mengundang tawa dan keriuhan di lantai kami. Ya, itulah Asrama, yang sejauh ini “katanya” tapi ternyata “begitu luar biasa”
Hingga kini kita masih sering menyempatkan diri di tengah kesibukan kampus untuk sekadar bercengkrama membicarakan segala hal, apapun itu. Satu hal yang terlintas dipikiranku hingga saat ini adalah ketika kelak kita telah menjadi “orang”, maka asrama ini dan kisah di dalamnya akan menjadi bagian dari kisah yang akan kami ceritakan kelak.

BAGIAN 1 : Semua tentang Merantau
Untuk akhirnya bisa sampai ke sini bukanlah sesuatu yang mudah. Banyak hal, kepentingan, bahkan kewajiban yang pada akhirnya harus kupertimbangkan dan kuputuskan. Ada yang terpaksa untuk kutinggalkan, ada pula yang masih kucoba untuk seimbangkan. Semua tentang merantau.
Termasuk pada keluarga, berat rasanya ketika harus meninggalkan mereka jauh di sana. Sulit rasanya ketika harus merelakan waktuku bersama mereka akan berkurang. Dulu, kami bisa setiap hari bertemu dan berbagi kasih, bercanda, bahkan mengingatkan. Tapi sekarang mungkin yang akan kuhadapi berbeda. Tapi aku percaya kasih sayang kami akan tetap terasa sama, tak ada yang berbeda, tak berkurang sedikitpun.
Semua tentang Merantau, ya Merantau. Akhirnya kuputuskan pilihanku untuk pergi belajar menuntut ilmu ke kampus impianku, Universitas Gadjah Mada. Berkat izin Allah, orang tua, keluarga, semua yang mendoakanku, akhirnya aku bisa diterima berkuliah di Kampus Kerakyatan ini. Sempat gagal di satu jalur, semangatku tak padam. Aku mencoba jalur lain dan Ahamduillah diterima.
Setelah pengumuman resmi, aku mulai kesana kemari, mencari informasi, terkait registrasi di kampus impianku ini. Singkat cerita segala urusan terkait registrasi telah rampung kulakukan. Sekarang tinggal mengurus berbagai hal teknis untuk persiapanku Merantau. Aku begitu percaya ini adalah hal yang sakral untuk kulakukan, salah-salah menyiapkan, aku tak tahu apa yang akan terjadi. Hehehe.
Tempat tinggal, itu hal prioritas yang harus kupersiapkan. Setelah berdiskusi panjang dengan orang tua, kerabat, bahkan teman-teman yang asli Jogja, akhirnya kuputuskan untuk tahun pertama menempati Asrama, yang kebetulan kampusku menyediakan fasilitas asrama bagi mahasiswa barunya. Hmm. “Asrama”, sebuah kata benda yang maknanya bagi sebagian orang sama dengan “Jam Malam” wkwk. Kisahku tentang asrama akan kuceritakan lebih lengkap nanti di bagian berikutnya yaaaaa..
Jadwal daftar ulang termasuk pengambilan almamater telah keluar. Bagiku saat itu begitu mendadak, aku harus segera pergi. Hiks. Kulihat jadwal, aku mendapat giliran pada Senin, 25 Juli 2016. Hmm..sayang sekali aku telah memesan tiket keberangkatan untuk 28 Juli. Setelah bertanya kesana kemari, ternyata pengambilan alamamater diperbolehkan untuk alasan tertentu dilakukan di luar jadwal. “Syukurlah”, ucapku.
Tiba waktunya 28 Juli 2016. Aku akan berangkat menggunakan pesawat, dengan jadwal take off pukul 08.10 WIB. Subuh hari aku sudah harus berpamitan dengan keluargaku, berhubung jalan dari rumah ke bandara yang lumayan memakan waktu. Kutatap wajah keluargaku satu persatu. Ibuku pagi itu, wajahnya masih menebar senyum, walau kutahu apa yang ia rasakan. Di balik rasa itu, ia relakan anaknya merantau pergi jauh. Aku percaya kasih dan doanya lah yang akhirnya membuatku kini masih betah berada di perantauan. Ibu, percayalah anakmu sedang mengemban tugas dan misi untuk mengabdi di jalan Allah, menuntut ilmu dan membanggakanmu. Aku berjanji suatu saat nanti, jika Allah mengizinkan, aku akan membuat senyummu semakin melebar, melihat anakmu ini selangkah sukses seperti apa yang kau dan aku cita-citakan. Kutatap wajah Kakakku, mereka yang selalu mengingatkanku, memanjakanku kini harus aku tinggalkan. Kusampaikan pesan lewat tatapan mataku, “tolong jaga keluarga ini”. Kutatap wajah keponakanku yang masih tertidur pulas. Ku lihat wajah mereka yang penuh ketulusan menyayangi “dede”nya ini. Percayalah, Nak. “Dede” juga sama. Mungkin sekarang tak ada lagi suara ribut tertawa dan menangis saat aku ingin tidur. Tak ada lagi yang bisa kumintai tolong untuk memijat saat aku lelah, tak ada lagi ajakan mereka untuk bermain dan belajar bersama. Ahhh…berat rasanya.
Tapi aku selalu percaya bahwa kasih keluarga sepanjang masa, kasih keluarga tak terhingga. Aku percaya selalu teruntai doa untukku di sini, begitupula doaku untuk mereka di sana.
Semua tentang Merantau, ya lagi-lagi Merantau. Mungkin ini terlalu melankolis, tapi inilah yang kurasakan. Tapi aku selalu yakin bahwa tiada yang akan berujung sia-sia. Semua yang kini sementara kutinggalkan, akan berbuah hasilnya, kelak. Aku yakin bahwa Merantauku ini adalah bagian dari pengabdian. Bagian dari ibadahku kepada Allah. Bagian dari baktiku pada orang tua dan keluarga. Serta bagian dari cita-citaku untuk bangsa dan negara. Bismillah…
Sekadar Penghantar
“Merantaulah…Orang berilmu dan beradab tidak diam di kampung halaman”
“Merantaulah…Kau akan dapatkan pengganti dari orang-orang yang kau tinggalkan”
“Berlelah-lelahlah….Karena manisnya hidup akan terasa setelah lelah berjuang”
-Imam Syafi’i-
Kiranya beberapa bait puisi itulah yang membuatku merasa bahwa minggu-minggu pertamaku di Universitas Gadjah Mada akan terasa LUAR BIASA! “Pasti akan penuh dengan cerita” pikirku. Ya....ternyata yang terjadi dan kulewati adalah benar-benar LUAR BIASA! Kali ini izinkan aku untuk sejenak mengenang kisahku tiga bulan yang lalu, kisah tentang seorang mahasiswa baru yang baru saja memasuki dunia dan lingkungan baru dan sedang mencoba untuk memahami dan mempelajari hal-hal baru di tempat barunya itu. Kisah ini akan disajikan beberapa bagian, jadi pastikan tidak ada yang terlewat temaaaan!
TAK KENAL MAKA TAK SAYANG
![]()
Halloooooo!
Orang bilang “Tak Kenal Maka Tak Sayang”, kalau Tak Sayang Maka??? Hehehe
Perkenalkan, namaku Fathur Hafizhi. Biasa dipanggil Fathur. Anak bungsu dari tiga bersaudara.
Aku seorang Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada angkatan 2016 (baru yaaaaa..)
Aku merantau ke Yogyakarta nunn jauh berasal dari Pulau seberang, tepatnya Pulau Kalimantan, Provinsi Kalimantan Barat, Kota Pontianak.
Sebelum ke Universitas Gadjah Mada, aku pernah bersekolah di SD Negeri 06 Pontianak Timur, lalu lanjut ke SMP Negeri 21 Pontianak, dan baru saja lulus dari SMA Negeri 3 Pontianak.
Aku cukup hobi membaca dan menulis, hmm…tapi masih perlu banyak belajar.
Melalui website ini, izinkan aku untuk belajar, sekadar berbagi kisah melalui tulisan-tulisan sederhanaku yang semoga membawa manfaat bagi diriku pribadi dan mungkin bagi teman-teman semua. Selamat membaca…
Salam Karya!